Pada Modul 1 ini dilakukan asistensi 1 kali dan praktikum 1 kali. Dimana
kelompok kami mengambil rangkaian percobaan dengan kondisi
Percobaan 2 kondisi 6: Buatlah Rangkaian seperti gambar percobaan 2 dengan kondisi ketika sensor
Infrared tidak mendeteksi gerakan dan sensor touch mendeteksi sentuhan maka
LED RGB akan menampilkan warna Cyan
Percobaan 3 kondisi 3: Buatlah ketika sensor PIR mendeteksi objek maka kedua LED akan Menyala dan
ketika tidak terdeteksi adanya objek maka Kedua LED akan mati
untuk rangkaiannya dan simulasinya bisa dilihat pada bagian Tugas
Pendahuluan dan Laporan Akhir
a) Memahami cara penggunaan input dan output digital pada
mikrokontroler
b) Menggunakan komponen input dan output sederhana dengan Raspberry Pi Pico
c) Menggunakan komponen Input dan Output sederhana dengan STM32F103C8
b) Menggunakan komponen input dan output sederhana dengan Raspberry Pi Pico
c) Menggunakan komponen Input dan Output sederhana dengan STM32F103C8
A. Resistor
Resistor merupakan komponen penting dan sering dijumpai dalam sirkuit
Elektronik. Boleh dikatakan hampir setiap sirkuit Elektronik pasti ada
Resistor. Tetapi banyak diantara kita yang bekerja di perusahaan
perakitan Elektronik maupun yang menggunakan peralatan Elektronik
tersebut tidak mengetahui cara membaca kode warna ataupun kode angka
yang ada ditubuh Resistor itu sendiri.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial
adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor
itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh
Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.
Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang
warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga
merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.
Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :
Tabel Kode Warna Resistor
Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna :
Cara menghitung nilai resistor 4 gelang
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka
tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan
105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm
dengan toleransi 10%.
Perhitungan untuk Resistor dengan 5 Gelang warna :
Cara Menghitung Nilai Resistor 5 Gelang Warna
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-3
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka
tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan
105
Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5
MOhm dengan toleransi 10%.
Contoh-contoh perhitungan lainnya :
Merah, Merah, Merah, Emas → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm
dengan 5% toleransi
Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 10³ = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm
dengan 10% toleransi
Cara menghitung Toleransi :
2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =
2200 – 5% = 2.090
2200 + 5% = 2.310
ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~
2.310 Ohm
B. Komponen Input
-Keypad
Keypad adalah bagian penting dari suatu perangkat elektronika yang
membutuhkan interaksi manusia. Keypad berfungsi sebagai interface antara
perangkat (mesin) elektronik dengan manusia atau dikenal dengan istilah
HMI (Human Machine Interface). Matrix keypad 4×4 pada artikel ini
merupakan salah satu contoh keypad yang dapat digunakan untuk
berkomunikasi antara manusia dengan mikrokontroler. Matrix keypad 4×4
memiliki konstruksi atau susunan yang simple dan hemat dalam penggunaan
port mikrokontroler. Konfigurasi keypad dengan susunan bentuk matrix ini
bertujuan untuk penghematan port mikrokontroler karena jumlah key
(tombol) yang dibutuhkan banyak pada suatu sistem dengan mikrokontroler.
Konstruksi matrix keypad 4×4 untuk mikrokontroler dapat dibuat seperti
pada gambar berikut. Konstruksi Matrix Keypad 4×4 Untuk Mikrokontroler
Konstruksi matrix keypad 4×4 diatas cukup sederhana, yaitu terdiri dari
4 baris dan 4 kolom dengan keypad berupas saklar push buton yang
diletakan disetiap persilangan kolom dan barisnya. Rangkaian matrix
keypad diatas terdiri dari 16 saklar push buton dengan konfigurasi 4
baris dan 4 kolom. 8 line yang terdiri dari 4 baris dan 4 kolom tersebut
dihubungkan dengan port mikrokontroler 8 bit. Sisi baris dari matrix
keypad ditandai dengan nama Row1, Row2, Row3 dan Row4 kemudian sisi
kolom ditandai dengan nama Col1, Col2, Col3 dan Col4. Sisi input atau
output dari matrix keypad 4×4 ini tidak mengikat, dapat dikonfigurasikan
kolom sebagi input dan baris sebagai output atau sebaliknya tergantung
programernya.
Proses Scaning Matrix Keypad 4×4 Untuk Mikrokontroler Proses scaning
untuk membaca penekanan tombol pada matrix keypad 4×4 untuk
mikrokontroler diatas dilakukan secara bertahap kolom demi kolom dari
kolom pertama sampai kolom ke 4 dan baris pertama hingga baris ke 4.
Program untuk scaning matrix keypad 4×4 dapat bermacam-macam, tapi pada
intinya sama. Misal kita asumsikan keypad aktif LOW (semua line kolom
dan baris dipasang resistor pull-up) dan dihubungkan ke port
mikrokontrolr dengan jalur kolom adalah jalur input dan jalur baris
adalah jalur output maka proses scaning matrix keypad 4×4 diatas dapat
dituliskan sebagai berikut.
DIP switch, atau Dual Inline Package switch, adalah jenis saklar yang
terdiri dari beberapa saklar kecil yang terpasang dalam paket berbentuk
baris ganda pada rangkaian elektronik terpadu atau modul. Setiap saklar
memiliki dua posisi, ON dan OFF, yang digunakan untuk konfigurasi atau
pengaturan pada perangkat elektronik, seperti menetapkan alamat atau
parameter lainnya. DIP switch umumnya memberikan kemudahan penggunaan
tanpa memerlukan keahlian khusus dalam pengaturan, meskipun beberapa
pengembang kini beralih ke metode konfigurasi yang lebih canggih.
DIP switch, atau Dual Inline Package switch, bekerja berdasarkan
prinsip sederhana saklar elektronik yang dapat berada dalam dua posisi,
ON (hidup) atau OFF (mati). Dalam konteks penggunaannya pada rangkaian
terpadu atau modul, setiap saklar DIP switch merepresentasikan satu bit
informasi. Ketika saklar dalam posisi ON, itu menghubungkan pin terkait,
sementara posisi OFF memutuskan hubungan. Pengaturan atau konfigurasi
tertentu dapat dicapai dengan mengatur posisi ON atau OFF dari
masing-masing saklar DIP switch sesuai dengan kebutuhan aplikasi. DIP
switch sering digunakan untuk pengaturan alamat atau parameter lainnya
dalam rangkaian elektronik tanpa memerlukan pemrograman atau perangkat
lunak tambahan.
-Push Button
Push Button Module adalah modul elektronika yang dirancang untuk
mendeteksi tekanan tombol atau saklar oleh pengguna. Modul ini biasanya
terdiri dari tombol fisik yang ditekan untuk memungkinkan aliran arus
atau sinyal saat ditekan dan memutus aliran ketika dilepaskan. Push
Button Module sering digunakan dalam proyek-proyek elektronika dan
mikrokontroler sebagai antarmuka antara pengguna dan sistem. Modul ini
dapat terhubung ke pin input pada mikrokontroler atau perangkat
elektronik lainnya, dan ketika tombol ditekan, dapat memicu aksi
tertentu, seperti memulai atau menghentikan suatu proses, atau mengganti
kondisi atau mode operasi pada sistem. Keberadaan Push Button Module
memudahkan implementasi interaksi manusia-mesin dalam berbagai aplikasi
elektronika.
Push Button Module bekerja berdasarkan prinsip saklar elektronik yang
terdapat di dalamnya. Modul ini memiliki dua terminal yang terhubung
oleh saklar yang secara default terbuka. Saat tombol ditekan, saklar
tersebut menutup, menciptakan jalur listrik dan memungkinkan arus
mengalir. Ketika tombol dilepaskan, saklar membuka kembali dan memutus
aliran listrik. Push Button Module biasanya dihubungkan ke
mikrokontroler atau sirkuit logika lainnya, dan ketika tombol ditekan,
perubahan status saklar diinterpretasikan sebagai sinyal input yang
memicu aksi tertentu dalam program atau sistem, menjadikannya antarmuka
yang efektif untuk interaksi pengguna dalam proyek elektronika atau
mikrokontroler.
-Sensor Infrared
Sensor infrared (IR) adalah perangkat elektronika yang dirancang untuk
mendeteksi radiasi inframerah dalam spektrum elektromagnetik. Radiasi
inframerah adalah bentuk radiasi panas yang tidak terlihat oleh mata
manusia. Sensor infrared mengonversi energi radiasi inframerah menjadi
sinyal listrik yang dapat diukur. Ada dua jenis sensor infrared utama:
sensor pasif dan sensor aktif.
1. Sensor Infrared Pasif: Sensor ini mendeteksi radiasi inframerah yang dipancarkan atau
dipantulkan oleh objek atau tubuh yang memiliki suhu lebih tinggi
daripada nol absolut. Sensor pasif sering digunakan dalam aplikasi
deteksi gerak (PIR sensor) untuk mengidentifikasi perubahan suhu yang
terkait dengan pergerakan manusia atau objek.
2. Sensor Infrared Aktif: Sensor ini menghasilkan radiasi inframerah sendiri dan kemudian
mendeteksi pantulan atau perubahan dalam pantulan tersebut. Sensor ini
sering digunakan dalam aplikasi pengukuran jarak (seperti sensor
ultrasonik atau lidar) dan komunikasi inframerah.
Sensor infrared memiliki berbagai aplikasi, termasuk di dalam
pengendalian jarak jauh, perangkat keamanan, sistem kendali otomatis,
dan perangkat medis. Keunggulan sensor infrared termasuk kemampuan
bekerja dalam kondisi cahaya rendah atau gelap dan kemampuan mengukur
suhu objek tanpa kontak fisik.
Prinsip kerja sensor infrared tergantung pada jenis sensor dan
aplikasinya. Secara umum, prinsip kerja sensor infrared melibatkan
deteksi radiasi inframerah dan konversi energi inframerah menjadi sinyal
listrik yang dapat diukur. Ada dua jenis utama sensor infrared: sensor
pasif dan sensor aktif.
1. Sensor Infrared Pasif:
- Deteksi Radiasi: Sensor pasif mendeteksi radiasi inframerah yang dipancarkan atau
dipantulkan oleh objek atau tubuh yang memiliki suhu lebih tinggi
daripada nol absolut. Ini dapat mencakup perubahan suhu yang terkait
dengan pergerakan manusia atau objek.
-Konversi Menjadi Sinyal Listrik: Ketika radiasi inframerah tertangkap, sensor mengonversinya menjadi
sinyal listrik melalui elemen detektor termal atau pyroelektrik.
- Aplikasi: Sensor pasif, seperti sensor deteksi gerak PIR (Passive Infrared),
sering digunakan dalam sistem keamanan atau otomatisasi rumah untuk
mendeteksi perubahan suhu yang diindikasikan oleh pergerakan.
2. Sensor Infrared Aktif:
- Pancaran Radiasi: Sensor aktif menghasilkan sendiri radiasi inframerah, kemudian
mendeteksi pantulan atau perubahan dalam pantulan tersebut.
- Konversi Menjadi Sinyal Listrik: Sinyal pantulan atau perubahan dalam intensitas pantulan diukur dan
dikonversi menjadi sinyal listrik oleh elemen detektor seperti fotodioda
atau fototransistor.
- Aplikasi: Sensor infrared aktif digunakan dalam pengukuran jarak (lidar, sensor
ultrasonik) dan komunikasi inframerah.
Prinsip kerja sensor infrared memanfaatkan sifat radiasi inframerah yang
tidak terlihat oleh mata manusia dan kemudian mengonversinya menjadi
bentuk sinyal yang dapat diolah untuk berbagai aplikasi.
-Sensor LDR
Sensor LDR (Light Dependent Resistor), juga dikenal sebagai
fotoresistor, adalah jenis sensor yang sensitif terhadap intensitas
cahaya. Prinsip kerja LDR didasarkan pada perubahan resistansinya
tergantung pada tingkat cahaya yang diterimanya. Ketika cahaya mengenai
LDR, resistansinya menurun, dan sebaliknya, saat kondisi gelap,
resistansinya meningkat.
LDR umumnya terbuat dari semikonduktor yang memiliki resistivitas yang
sangat sensitif terhadap tingkat pencahayaan. Ketika cahaya menyinari
LDR, energi foton mengeksitasi elektron dalam struktur semikonduktor,
sehingga resistansi menurun. Pengukuran resistansi LDR dapat digunakan
untuk mengukur intensitas cahaya di sekitarnya.
Aplikasi umum dari sensor LDR termasuk dalam sistem pengaturan otomatis
pencahayaan, seperti lampu jalan yang menyala otomatis saat gelap, atau
dalam perangkat sensor cahaya untuk kamera atau ponsel pintar.
Penggunaan LDR dalam berbagai proyek elektronika memungkinkan respons
otomatis terhadap kondisi pencahayaan, menawarkan solusi hemat energi
dan efisien.
Prinsip kerja sensor LDR (Light Dependent Resistor) didasarkan pada
perubahan resistansinya terhadap intensitas cahaya yang diterimanya.
LDR terbuat dari material semikonduktor khusus yang memiliki
resistivitas yang sangat sensitif terhadap tingkat pencahayaan. Ketika
cahaya mengenai LDR, energi foton dari cahaya tersebut menghasilkan
elektron-elektron berenergi tinggi dalam struktur semikonduktor,
sehingga meningkatkan konduktivitas dan menurunkan resistansi sensor.
Jadi, pada kondisi cahaya yang cukup, LDR memiliki resistansi yang
rendah, memungkinkan arus listrik untuk mengalir dengan mudah melalui
sensor. Sebaliknya, pada kondisi gelap, resistansi LDR meningkat,
membatasi arus listrik yang dapat mengalir. Pengukuran resistansi LDR
dapat digunakan sebagai indikator intensitas cahaya di sekitar sensor.
Aplikasi umum dari prinsip ini adalah dalam rangkaian pengaturan
otomatis pencahayaan. Sebagai contoh, ketika lingkungan menjadi gelap,
resistansi LDR meningkat, dan ini dapat digunakan untuk mengaktifkan
atau mengatur lampu secara otomatis. Penggunaan sensor LDR membuat
perangkat dapat merespons secara otomatis terhadap kondisi
pencahayaan, menjadikannya berguna dalam berbagai proyek elektronika
dan sistem kontrol otomatis.
-LED (Light Emiting Diode)
LED adalah suaatu semikonduktor yang memancarkan cahaya, LED mempunyai
kecenderungan polarisasi. LED mempunyai kutub positif dan negatif (p-n)
dan hanya akan menyala bila diberikan arus maju. Ini dikarenakan LED
terbuat dari bahan semikonduktor yang hanya akan mengizinkan arus
listrik mengalir ke satu arah dan tidak ke arah sebaliknya. Bila LED
diberikan arus terbalik, hanya akan ada sedikit arus yang melewati LED.
Ini menyebabkan LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya.
-Liquid Crystal Display (LCD)
Liquid Crystal Display (LCD) adalah sebuah peralatan elektronik yang
berfungsi untuk menampilkan output sebuah sistem dengan cara membentuk
suatu citra atau gambaran pada sebuah layar. Secara garis besar komponen
penyusun LCD terdiri dari kristal cair (liquid crystal) yang diapit oleh
2 buah elektroda transparan dan 2 buah filter polarisasi (polarizing
filter).
Gambar Penampang komponen penyusun LCD
Keterangan:
1. Film dengan polarizing filter vertical untuk memolarisasi cahaya yang
masuk.
2. Glass substrate yang berisi kolom-kolom elektroda Indium tin oxide
(ITO).
3. Twisted nematic liquid crystal (kristal cair dengan susunan
terpilin).
4. Glass substrate yang berisi baris-baris elektroda Indium tin oxide
(ITO).
5. Film dengan polarizing filter horizontal untuk memolarisasi cahaya
yang masuk.
6. Reflektor cahaya untuk memantulkan cahaya yang masuk LCD kembali ke
mata pengamat.
Sebuah citra dibentuk dengan mengombinasikan kondisi nyala dan mati dari
pixel-pixel yang menyusun layar sebuah LCD. Pada umumnya LCD yang dijual
di pasaran sudah memiliki integrated circuit tersendiri sehingga para
pemakai dapat mengontrol tampilan LCD dengan mudah dengan menggunakan
mikrokontroler untuk mengirimkan data melalui pin-pin input yang sudah
tersedia.
Kaki-kaki yang terdapat pada LCD
-Seven Segment
Layar tujuh segmen ini seringkali digunakan pada jam digital, meteran
elektronik, dan perangkat elektronik lainnya yang menampilkan informasi
numerik. Layar tujuh segmen ini terdiri dari 7 buah LED yang membentuk
angka 8 dan 1 LED untuk titik/DP. Angka yang ditampilkan di seven segmen
ini dari 0-9. Cara kerja dari seven segmen disesuaikan dengan LED. LED
merupakan komponen diode yang dapat memancarkan cahaya. kondisi dalam
keadaan ON jika sisi anode mendapatkan sumber positif dari Vcc dan
katode mendapatkan sumber negatif dari ground.
-Dot matriks
Dot matrix 8x8 adalah tipe tampilan atau display yang terdiri dari susunan
titik-titik (dot) dalam format matriks berukuran 8x8. Artinya, terdapat 8
baris dan 8 kolom titik, membentuk total 64 titik yang dapat diatur untuk
menampilkan karakter, grafik, atau pola tertentu. Setiap titik atau elemen
dalam matriks dapat dinyalakan atau dimatikan secara independen,
memungkinkan pembentukan berbagai karakter atau gambar.
Penggunaan dot matrix 8x8 umumnya ditemukan pada layar kecil pada
perangkat-perangkat seperti jam digital, alat pengukur, atau panel
informasi kecil. Tampilan ini dapat diatur untuk menampilkan angka, huruf,
atau bahkan animasi sederhana dengan mengatur kombinasi titik-titiknya.
Kontrol dot matrix 8x8 melibatkan sinyal untuk setiap baris dan kolom,
diatur untuk menyalakan atau mematikan setiap titik sesuai kebutuhan untuk
membentuk karakter atau gambar yang diinginkan. Kelebihan dot matrix
adalah fleksibilitasnya dalam menampilkan informasi yang beragam dengan
jumlah titik yang relatif kecil, meskipun resolusi tampilannya terbatas.
Prinsip kerja dot matrix 8x8 didasarkan pada kemampuan setiap titik atau
elemen dalam matriks untuk diatur secara independen, membentuk gambar
atau karakter tertentu. Matriks ini terdiri dari 8 baris dan 8 kolom
titik, menciptakan total 64 titik yang dapat dinyalakan atau dimatikan.
Prinsip kerja umumnya melibatkan kontrol terhadap setiap baris dan kolom
untuk menyalakan atau mematikan titik-titik sesuai dengan informasi yang
ingin ditampilkan.
Langkah-langkah umum prinsip kerja dot matrix 8x8:
1. Pemilihan Baris (Rows): Sinyal arus diterapkan pada satu baris pada satu waktu. Ini berarti
satu per satu, setiap baris akan diaktifkan.
2. Pemilihan Kolom (Columns): Pada saat yang sama, sinyal tegangan diterapkan pada satu atau lebih
kolom yang ingin diaktifkan.
3. Penyalaan atau Pemadaman Titik: Pada persimpangan antara baris dan kolom yang diaktifkan, titik-titik
yang diinginkan dinyalakan dengan memberikan arus. Pada titik-titik lain
di matriks, yang tidak diaktifkan, titik tetap dimatikan.
4. Pemindahan Ke Baris dan Kolom Selanjutnya: Proses ini diulang secara berulang-ulang untuk setiap baris dan kolom
secara berurutan, sehingga kesan visual karakter atau gambar terbentuk.
Kontrol ini dapat dilakukan dengan menggunakan mikrokontroler atau
driver display khusus yang mengontrol aliran arus dan tegangan pada
setiap baris dan kolom. Dengan cara ini, dot matrix 8x8 dapat
menampilkan berbagai karakter, angka, atau bahkan grafik dengan mengatur
kombinasi titik-titiknya sesuai kebutuhan.
-Arduino
Arduino adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik open
source yang didalamnya terdapat utama yaitu sebuah chip mikrokontroler
dengan jenis AVR dari perusahaan Atmel. Arduino yang kita gunakan dalam
praktikum ini adalah Arduino Uno yang menggungakan chip AVR ATmega 328P.
Dalam memprogram Arduino, kita bisa menggunakan komunikasi serial agar
Arduino dapat berhubungan dengan komputer ataupun perangkat lain.
Adapun spesifikasi dari Arduino Uno ini adalah sebagai berikut :
Arduino Uno
Bagian-bagian arduino uno:
-Power USB
Digunakan untuk menghubungkan Papan Arduino dengan komputer lewat
koneksi USB.
-Power jack
Supply atau sumber listrik untuk Arduino dengan tipe Jack. Input DC 5 -
12 V.
-Crystal Oscillator
Kristal ini digunakan sebagai layaknya detak jantung pada Arduino.
Jumlah cetak menunjukkan 16000 atau 16000 kHz, atau 16 MHz.
-Reset
Digunakan untuk mengulang program Arduino dari awal atau Reset.
-Digital Pins I / O
Papan Arduino UNO memiliki 14 Digital Pin. Berfungsi untuk memberikan
nilai logika (0 atau 1). Pin berlabel " ~ " adalah pin-pin PWM ( Pulse
Width Modulation ) yang dapat digunakan untuk menghasilkan PWM.
-Analog Pins
Papan Arduino UNO memiliki 6 pin analog A0. Digunakan untuk membaca
sinyal atau sensor analog seperti sensor jarak, suhu, dsb, dan
mengubahnya menjadi nilai digital.
-LED Power Indicator
Lampu ini akan menyala dan menandakan Papan Arduino mendapatkan supply
listrik dengan baik.
Bagian - bagian pendukung:
-RAM
RAM (Random Access Memory) adalah tempat penyimpanan sementara pada
komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap, tidak
memperdulikan letak data tersebut dalam memori atau acak. Secara umum
ada 2 jenis RAM yaitu SRAM (Static Random Acces Memory) dan DRAM
(Dynamic Random Acces Memory).
-ROM
ROM (Read-only Memory) adalah perangkat keras pada computer yang dapat
menyimpan data secara permanen tanpa harus memperhatikan adanya sumber
listrik. ROM terdiri dari Mask ROM, PROM, EPROM, EEPROM.
Block Diagram Mikrokontroler ATMega 328P pada Arduino UNO
Adapun block diagram mikrokontroler ATMega 328P dapat dilihat pada
gambar berikut:
Block diagram dapat digunakan untuk memudahkan / memahami bagaimana kinerja dari mikrokontroler ATMega 328P.
Pin-pin ATMega 328P:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar